SMA Negeri 2 Bandung
Melestarikan budaya daerah merupakan kewajiban semua masyarakat yang bersangkutan. Ada berbagai cara, diantaranya dengan menggunakan bahasa asli daerah.
Kegiatan ini diimplementasikan pada pembuatan plang nama jalan yang ada di kota Bandung bukan hanya dengan tulisan latin tetapi dengan menambahkan aksara asli Sunda di bawah tulisan latinnya, dengan demikian masyarakat umum akan mengetahui bahwa Orang Sundapun memiliki aksara sendiri dan bagi orang Sunda akan memiliki kebanggaan tersendiri.
Kegiatan ini melakukan simulasi penulisan nama jalan dengan menggunakan Aksara Sunda Kaganga, dimana aksara ini bisa punah kalau tidak digunakan dalam percakapan sehari-hari. Dengan melibatkan sebanyak 40 orang siswa dari SMA Negeri 2 Bandung kami mulai melakukan pembuatan jalan-jalan protokol di kota Bandung dengan menggunakan 2 bahasa yaitu bahasa Indonesia dan aksara Sunda asli, Kaganga. Dengan terlebih dahulu para siswa tentunya mencari tahu dan mempelajari terlebih dahulu cara penulisan aksara Sunda tersebut dari berbagai sumber.
Kegiatan dimulai dengan beberapa tahapan pembuatan diantaranya menginstal font aksara kaganga ke komputer, pembuatan huruf, kemudian mengirim ke percetakan, sampai kepada pemasangan plang nama di beberapa jalan di wilayah kota Bandung. Pihak Pemda Kota Bandung sangat membantu dalam proses pembuatan tersebut. Masyarakat yang menyaksikan kegiatan ini begitu merasakan “ Kebangkitan “ budaya Sunda karena bahasa menunjukkan bangsa. Program ini banyak mendapat penghargaan diantaranya dari
Paguyuban Pasundan, Disdik Kota Bandung dan UPI Bandung.














November 21st, 2011 at 11:21 am
Sae pisan Kang,,, budaya Sunda kedah dimumule ku urang sadaya.