<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Renungan terhadap Celaan</title>
	<atom:link href="http://aksiguru.org/2010/02/16/renungan-terhadap-celaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aksiguru.org/2010/02/16/renungan-terhadap-celaan/</link>
	<description>Aksi Guru adalah salah satu program dari Citi Success Fund (CSF) dan Hope Indonesia yang bertujuan untuk mendukung ide-ide kreatif dari para guru SMA</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Aug 2010 13:26:18 -0600</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: sri mulyaningsih</title>
		<link>http://aksiguru.org/2010/02/16/renungan-terhadap-celaan/comment-page-1/#comment-281</link>
		<dc:creator>sri mulyaningsih</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 05:24:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aksiguru.org/?p=675#comment-281</guid>
		<description>Pendidikan moral bangsa tidak hanya tanggung jawab sekolah dimana disana ada guru sebagai teladan mereka, akan tetapi media masa televisi swasta yang sangat banyak dan selalu menayangkan kekerasan, tawuran antar pelajar, mahasiswa, demontrasi mahasiswa yang menghujat orang2, inilah yg ditiru anak2 kita, yang katanya demokrasi, ini bukan demokrasi tetapi anarki. tidak ada sopan santun lagi antara anak dg org tua. sungguh memprihatinkan, pemuda bisa begitu kejam dan beringas menyerang sesama pemuda bangsa masa depan kita semua</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pendidikan moral bangsa tidak hanya tanggung jawab sekolah dimana disana ada guru sebagai teladan mereka, akan tetapi media masa televisi swasta yang sangat banyak dan selalu menayangkan kekerasan, tawuran antar pelajar, mahasiswa, demontrasi mahasiswa yang menghujat orang2, inilah yg ditiru anak2 kita, yang katanya demokrasi, ini bukan demokrasi tetapi anarki. tidak ada sopan santun lagi antara anak dg org tua. sungguh memprihatinkan, pemuda bisa begitu kejam dan beringas menyerang sesama pemuda bangsa masa depan kita semua</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ary widi kristiani</title>
		<link>http://aksiguru.org/2010/02/16/renungan-terhadap-celaan/comment-page-1/#comment-277</link>
		<dc:creator>ary widi kristiani</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 06:01:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aksiguru.org/?p=675#comment-277</guid>
		<description>Guru memang perlu juga mawas diri. Memang tugasnya mendidik dan mengajar. Menjadi orang tua yang bijak memang sulit. Tetapi harus karena seorang guru yang dapat dipelajari oleh seorang murid adalah keteladananannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Guru memang perlu juga mawas diri. Memang tugasnya mendidik dan mengajar. Menjadi orang tua yang bijak memang sulit. Tetapi harus karena seorang guru yang dapat dipelajari oleh seorang murid adalah keteladananannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nena</title>
		<link>http://aksiguru.org/2010/02/16/renungan-terhadap-celaan/comment-page-1/#comment-258</link>
		<dc:creator>nena</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 08:05:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aksiguru.org/?p=675#comment-258</guid>
		<description>Terima kasih ya, Ibu Dyah... 
Saya jadi sedih banget.. dan berharap mudah-mudahan saya nggak mengecewakan guru-guru saya... :) 

Terima kasih bu.. Terima kasih juga untuk semua guru..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih ya, Ibu Dyah&#8230;<br />
Saya jadi sedih banget.. dan berharap mudah-mudahan saya nggak mengecewakan guru-guru saya&#8230; <img src='http://aksiguru.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </p>
<p>Terima kasih bu.. Terima kasih juga untuk semua guru..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dyah Sapta Wulandari SMA N 99 Jakarta</title>
		<link>http://aksiguru.org/2010/02/16/renungan-terhadap-celaan/comment-page-1/#comment-257</link>
		<dc:creator>Dyah Sapta Wulandari SMA N 99 Jakarta</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 04:32:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aksiguru.org/?p=675#comment-257</guid>
		<description>Fenomena Facebook &amp; Twitter yang Menghebohkan

Betapa miris dan menyedihkan sekali kondisi Pendidikan di Indonesia. Demokrasi yang kebablasa dan tanpa etika kelak akan menjadi  image yang menakutkan buat dunia pendidikan kita, apabila fenomena yang terjadi sekarang ini tidak ditindaklanjuti oleh para pakar pendidikan di negara kita tercinta. GURU menjadi tempat sumpah serapah seorang siswa ketika guru tidak bisa menjelma menjadi seperti seseorang yang diinginkan oleh siswanya. Padahal sudah jelas bahwa antara GURU dan MURID mempunyai sudut pandang yang berbeda. Tetapi sebagai seorang guru ada asa yang tak pernah terucap bahwa kelak murid-murid kami akan menjadi orang yang berhasil sukses dalam kehidupannya. yang mungkin hal itu tidak pernah terbersit sedikitpun dalam benak kalian. Memang betul bahwa kami ini juga manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, tapi kalau merk GURU itu sudah terlanjur menempel di pundak kami, maka sepertinya kesalahan tak pantas lagi dilakukan. INTROSPEKSI DIRI, itu yang setiap hari kami lakukan, sehingga dengan penghasilan yang pas-pasan pun kami rela melanjutkan pendidikan S2 untuk memperbaiki DIRI. 

Anak-anakku yang tercinta,....
Maaf jika mungkin kami ingin membuat kalian menjadi lebih baik...
Maaf jika kami ingin kalian menjadi lebih pintar,....
maaf jika kami ingin melihat kalian menjadi orang sukses...
maaf jika kami ingin kalian mempunyai kehidupan yang lebih baik ketimbang hanya menjadi GURU....
maaf jika di pundak kalian kami titipkan asa masa depan bangsa ini....

maaf jika kami terlalu mencintai kalian....

........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Fenomena Facebook &amp; Twitter yang Menghebohkan</p>
<p>Betapa miris dan menyedihkan sekali kondisi Pendidikan di Indonesia. Demokrasi yang kebablasa dan tanpa etika kelak akan menjadi  image yang menakutkan buat dunia pendidikan kita, apabila fenomena yang terjadi sekarang ini tidak ditindaklanjuti oleh para pakar pendidikan di negara kita tercinta. GURU menjadi tempat sumpah serapah seorang siswa ketika guru tidak bisa menjelma menjadi seperti seseorang yang diinginkan oleh siswanya. Padahal sudah jelas bahwa antara GURU dan MURID mempunyai sudut pandang yang berbeda. Tetapi sebagai seorang guru ada asa yang tak pernah terucap bahwa kelak murid-murid kami akan menjadi orang yang berhasil sukses dalam kehidupannya. yang mungkin hal itu tidak pernah terbersit sedikitpun dalam benak kalian. Memang betul bahwa kami ini juga manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, tapi kalau merk GURU itu sudah terlanjur menempel di pundak kami, maka sepertinya kesalahan tak pantas lagi dilakukan. INTROSPEKSI DIRI, itu yang setiap hari kami lakukan, sehingga dengan penghasilan yang pas-pasan pun kami rela melanjutkan pendidikan S2 untuk memperbaiki DIRI. </p>
<p>Anak-anakku yang tercinta,&#8230;.<br />
Maaf jika mungkin kami ingin membuat kalian menjadi lebih baik&#8230;<br />
Maaf jika kami ingin kalian menjadi lebih pintar,&#8230;.<br />
maaf jika kami ingin melihat kalian menjadi orang sukses&#8230;<br />
maaf jika kami ingin kalian mempunyai kehidupan yang lebih baik ketimbang hanya menjadi GURU&#8230;.<br />
maaf jika di pundak kalian kami titipkan asa masa depan bangsa ini&#8230;.</p>
<p>maaf jika kami terlalu mencintai kalian&#8230;.</p>
<p>&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
