<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Penggunaan media sosial untuk pendidikan</title>
	<atom:link href="http://aksiguru.org/2010/05/26/penggunaan-media-sosial-untuk-pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aksiguru.org/2010/05/26/penggunaan-media-sosial-untuk-pendidikan/</link>
	<description>Aksi Guru adalah salah satu program dari Citi Success Fund (CSF) dan Hope Indonesia yang bertujuan untuk mendukung ide-ide kreatif dari para guru SMA</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 09:57:00 +0800</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Lita</title>
		<link>http://aksiguru.org/2010/05/26/penggunaan-media-sosial-untuk-pendidikan/comment-page-1/#comment-348</link>
		<dc:creator>Lita</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 May 2010 02:43:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aksiguru.org/?p=807#comment-348</guid>
		<description>Bukan &#039;cuma dipake sekolah yang anaknya orang kaya&#039;, sih. Lebih kepada fasilitasi. Mereka yang bisa punya banyak akses secara digital akan merasa terganggu ketika &#039;dipaksa&#039; harus menggunakan kertas.

Gampangnya, kalau diminta harus ada bukti transfer, misalnya. Harus kertasnya dan harus yang itu. Padahal biasa pakai e-banking dan buktinya terkirim via e-mail.
Daripada memaksakan jalur &#039;konvensional&#039; sementara ada jalan lain yang dirasa lebih praktis bagi pengguna (murid dan sekolah), ya mengapa tidak?

Tujuannya untuk mempermudah dan menyederhanakan masalah, bukan untuk menyulitkan. Jadi ketika malah bikin ribet atau tidak sesuai dengan pengguna utama (murid dan guru), ya tidak perlu dipaksakan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan &#8216;cuma dipake sekolah yang anaknya orang kaya&#8217;, sih. Lebih kepada fasilitasi. Mereka yang bisa punya banyak akses secara digital akan merasa terganggu ketika &#8216;dipaksa&#8217; harus menggunakan kertas.</p>
<p>Gampangnya, kalau diminta harus ada bukti transfer, misalnya. Harus kertasnya dan harus yang itu. Padahal biasa pakai e-banking dan buktinya terkirim via e-mail.<br />
Daripada memaksakan jalur &#8216;konvensional&#8217; sementara ada jalan lain yang dirasa lebih praktis bagi pengguna (murid dan sekolah), ya mengapa tidak?</p>
<p>Tujuannya untuk mempermudah dan menyederhanakan masalah, bukan untuk menyulitkan. Jadi ketika malah bikin ribet atau tidak sesuai dengan pengguna utama (murid dan guru), ya tidak perlu dipaksakan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nena</title>
		<link>http://aksiguru.org/2010/05/26/penggunaan-media-sosial-untuk-pendidikan/comment-page-1/#comment-346</link>
		<dc:creator>nena</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 11:29:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aksiguru.org/?p=807#comment-346</guid>
		<description>Setuju dengan Tika dan Dita. Betul memang, dari siswa pun juga harus didorong untuk mau berbagi dan senang menggunakan social media untuk belajar - nggak hanya untuk bersosialisasi dengan temannya. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setuju dengan Tika dan Dita. Betul memang, dari siswa pun juga harus didorong untuk mau berbagi dan senang menggunakan social media untuk belajar &#8211; nggak hanya untuk bersosialisasi dengan temannya. <img src='http://aksiguru.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nonadita</title>
		<link>http://aksiguru.org/2010/05/26/penggunaan-media-sosial-untuk-pendidikan/comment-page-1/#comment-345</link>
		<dc:creator>nonadita</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 01:32:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aksiguru.org/?p=807#comment-345</guid>
		<description>Ya, memang diskusi yang menarik. Ayo ayo kopdarkan dan bikin aksinya ;)

Ketika memutuskan untuk menggunakan socmed utk pendidikan, siswa harus disemangati supaya mau dan berani berbagi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya, memang diskusi yang menarik. Ayo ayo kopdarkan dan bikin aksinya <img src='http://aksiguru.org/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ketika memutuskan untuk menggunakan socmed utk pendidikan, siswa harus disemangati supaya mau dan berani berbagi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: -tikabanget-</title>
		<link>http://aksiguru.org/2010/05/26/penggunaan-media-sosial-untuk-pendidikan/comment-page-1/#comment-343</link>
		<dc:creator>-tikabanget-</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 10:36:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aksiguru.org/?p=807#comment-343</guid>
		<description>eh, yang mengajukan pertanyaan pertama kali itu &lt;a href=&quot;http://hermansaksono.com&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;kang herman&lt;/a&gt; :D

Dan sekali lagi, social media itu hanya sarana.
Sayah sempet ngetwit juga  bahwa social media buat pendidikan di kelas sebenernya ndak perlu pake repot dan berat. Pake mobile phone atau blackberry, dan beres.
Intinya memanfaatkan semua media, semua alat, dan semua channel yg memudahkan siswa utk tetap gembira wkt belajar. 

Sentimen selanjutnya yang akan timbul biasanya adalah : &quot;cuma bisa dipake sekolah-sekolah yang anaknya orang kaya dong..&quot;
Yah, sekali lagi, social media hanya sarana.. :D

Apapun yang sedang diminati siswa dan sedang ngetrend bagi mereka bukan ndak mungkin dijadikan sarana buat belajar kan.. ^^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>eh, yang mengajukan pertanyaan pertama kali itu <a href="http://hermansaksono.com" rel="nofollow">kang herman</a> <img src='http://aksiguru.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dan sekali lagi, social media itu hanya sarana.<br />
Sayah sempet ngetwit juga  bahwa social media buat pendidikan di kelas sebenernya ndak perlu pake repot dan berat. Pake mobile phone atau blackberry, dan beres.<br />
Intinya memanfaatkan semua media, semua alat, dan semua channel yg memudahkan siswa utk tetap gembira wkt belajar. </p>
<p>Sentimen selanjutnya yang akan timbul biasanya adalah : &#8220;cuma bisa dipake sekolah-sekolah yang anaknya orang kaya dong..&#8221;<br />
Yah, sekali lagi, social media hanya sarana.. <img src='http://aksiguru.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Apapun yang sedang diminati siswa dan sedang ngetrend bagi mereka bukan ndak mungkin dijadikan sarana buat belajar kan.. ^^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

