PENDIDIKAN BAGI SISWA BERBAKAT DAN BERTALENTA

Oleh: EVIANA HIKAMUDIN,S.PD,MM

Guru SMA Negeri 8 Bekasi

Pada dasarnya setiap anak yang dilahirkan ke dunia akan berbeda-beda baik secara fisik, motorik, kognitif, emosional, dan social. Perbedaan ini merupakan kenyataan yang tidak dapat dihindari oleh setiap orang. Dengan adanya perbedaan maka setiap orang tampil dalam hidupnya dengan berbagai macam karakter, kelebihan, dan kekurangannya masing-masing.

Umumnya anak-anak (pelajar) sebagian besar berada dalam keadaan normal baik secara fisik maupun mental. Hanya sebagian kecil saja kondisi mereka berada di bawah atau di atas normalitas.

Berdasarkan psikologi pendidikan diketahui bahwa sebagian besar anak-anak (pelajar) berada pada kemampuan rata-rata (normal), sedangkan sebagian kecil merupakan pelajar dengan pengecualian (learner with exceptiopnalities). Pelajar dengan pengecualian adalah orang-orang yang kinerja fisik, mental atau perilaku mereka begitu berbeda dari yang biasa – lebih tinggi atau lebih rendah – sehingga pelayanan tambahan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan orang tersebut. Istilah “Pelajar yang tidak biasa” (exceptional) adalah anak-anak yang memiliki gangguan atau ketidakmampuan dan anak-anak yang tergolong berbakat.

Menurut tingkat kecerdasannya (IQ), Binet Simon membuat penggolongan tingkat kecerdasan manusia sebagai berikut: Siswa yang memiliki tingkat kecerdasan kurang dari 70 dapat digolongkan sebagai siswa yang memiliki ketidakmampuan, tingkat kecerdasan 90 s.d 110 adalah normal sedangkan yang tingkat kecerdasannya lebih dari 130 adalah siswa-siswa yang berbakat dan bertalenta.

Siswa yang berbakat dan bertalenta adalah anak-anak yang memiliki kemampuan yang diperlihatkan atau potensial yang memberikan bukti kemampuan kinerja yang tinggi dalam intelektual, kreatif, akademis tertentu atau kepemimpinan atau dalam seni pertunjukan atau visual dan dengan alasan itu memerlukan pelayanan atau kegiatan yang tidak biasa diberikan oleh sekolah.

Terdapat beberapa karakteristik siswa yang berbakat dan bertalenta adalah:

  • Memiliki kecerdasan di atas rata-rata (biasanya di atas 130)
  • Memiliki bakat unggul di beberapa bidang seperti seni, music, atau matematika.
  • Memiliki motivasi kuat
  • Tampil unggul secara akademis
  • Belajar membaca lebih awal
  • Menyelesaikan pekerjaan sangat baik

Selain itu beberapa ciri lain anak berbakat adalah:

a.Dewasa lebih dini (precociaty) .

Anak berbakat adalah anak yang dewasa sebelumnya apabila diberi kesempatan untuk menggunakan bakat atau talenta mereka. Mereka mulai menguasai suatu bidang lebih awal ketimbang teman-temannya yang tidak berbakat.

b. Belajar menuruti kemauan mereka sendiri.

Anak berbakat belajar secara berbeda dengan anak lain yang tak berbakat. Mereka tidak membutuhkan banyak dukungan, atau soaffolding, dari orang dewasa. Seringkali mereka tau mau menerima instruksi yang jelas. Mereka juga kerap membuat penemuan dan memecahkan masalah sendiri dengan cara yang unik di bidang yang memang menjadi bakat mereka.

c. Semangat untuk menguasai.

Anak yang berbakat tertarik untuk memahami bidang yang menjadi bakat mereka. Mereka memperlihatkan minat besar dan obsesif dan kemampuan kuat focus. Mereka tidak perlu didorong oleh orang tuanya. Mereka punya motivasi internal yang kuat.

Pada umumnya sekolah-sekolah yang ada saat ini baru dapat memfasilitasi siswa-siswa yang kemampuan intelegensinya normal. Sedangkan siswa yang tergolong di bawah normal dilayani khusus pada sekolah luar biasa (SLB). Walapun saat ini telah digulirkan program sekolah inklusi yang memfasilitasi siswa-siswa kurang normal pada sekolah-sekolah umum, namun belum semua sekolah siap melakukannya.

Untuk melayani siswa-siswa berbakat dan bertalenta, kiranya sekolah sebagai lembaga pendidikan sudah selayaknya memberi fasilitas kepada mereka. Hal ini perlu dilakukan agar potensi yang mereka miliki dapat tersalurkan dengan baik, di samping itu kemampuan siswa berbakat dan bertalenta dapat lebih berkembang dan bermanfaat bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Siswa berbakat dan bertalenta memiliki kemampuan yang diperlihatkan atau potensial yang memberikan bukti kemampuan kinerja yang tinggi dalam bidang seperti intelektual, kreatif, akademis atau kepemimpinan atau dalam seni atau visual dan memerlukan pelayanan yang tidak biasa diiberikan oleh sekolah.

Berdasarkan hal tersebut, beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk menangani siswa berbakat dan bertalenta adalah:

1. Program Akselerasi (Acceleration Program)

Program akselerasi merupakan program percepatan belajar melalui pelajaran tindak lanjut sehingga waktu yang digunakan oleh siswa dalam menyelesaikan jenjang pendidikan, lebih cepat dari siswa lainnya.

2. Pemadatan Kurikulum (Curriculum Compacting)

Pemadatan kurikulum merupakan teknik yang diterapkan dalam menyelesaikan pembelajaran dimana guru dapat melompati bagian kurikulum tertentu yang tidak dibutuhkan siswa yang sangat mampu di dalm kelasnya. Bagian kurikulum yang dilompati adalah materi-materi yang dianggap dapat dikuasi siswa dengan tanpa bantuan guru.

3. Program Pengayaan (Enrichment Program)

Program pengayaan merupakan program dimana tugas atau kegiatan yang dirancang untuk memperluas atau memperdalam pengetahuan siswa yang menguasai pelajaran di kelas dengan cepat.

Bentuk-bentuk kegiatan program pengayaan diantaranya:

a. Kegiatan belajar mandiri.

b. Penyediaan mentordewasa bagi siswa berbakat.

c. Kegiatan penyelidikan umum seperti proyek dengan topik yang ditentukan sendiri oleh siswa.

d. Kegiatan pelatihan kelompok untuk meningkatkan kreatifitas dan kemampuan menyelesaikan masalah.

e. Penelitian perorangan atau kelompok kecil tentang masalah yang sesungguhnya.

Tinggalkan balasan