“Face The Book With Facebook”

Implementasi Situs Jejaring Sosial “Facebook” sebagaiMedia Pembelajaran

Salah satu kegiatan CSF 2009 di SMA Al-Ghurabaa, Jakarta.

Oleh : Yasir Riady

Saat ini Indonesia merupakan pengguna situs jejaring sosial Facebook nomor satu di Asia dan ketiga di dunia, hal ini menjadikanFacebook (selanjutkan disingkat menjadi FB) sebagai situs terpopuler dalam beberapa tahun belakangan ini dengan pengakses lebih dari 25 juta pengguna setiap harinya dan hampir 50% penggunanya adalah remaja yang berumur 18-24 tahun serta 60% penggunanya wanita. (sumber : https://www.checkfacebook.com/, data Agustus 2010).

Berdasarkan data statistik diatas, tidak dapat dihindari bahwa FB merupakan fenomena yang sangat luar biasa saat ini dan menjadikan tantangan untuk saya menjadikan situs jejaring sosial ini sebagai sebuah media yang positif, dilatarbelakangi dengan keadaan fisiologis siswa yang merasa bosan dan jenuh ketika proses belajar mengajar serta tidak menarik dan monoton. Diawali dengan pembicaraan siswa mengenai FB mulai dari game online, update status yang lucu dan aneh diikuti komentar-komentar yang menjadikan mereka semakin sering menggunakan FB hingga berjam-jam bahkan di kelas dengan menggunakan ponselnya.

Sebagai sebuah tantangan, terlihat bagaimana memanfaatkan situs jejaring sosial tersebut untuk bisa menjadi sebuah jembatan agar dapat berdiskusi serta bertukar pikiran mengenai banyak hal. Pemanfaatan situs jejaring sosial ini pasti menjadi satu hal yang sangat menarik, menyenangkan serta populer oleh para siswa mengingat mereka tetap bisa belajar dan berdiskusi mengenai pendidikan dan juga bisa bertemu dengan teman-temannya di dunia maya secara menyenangkan.

Program kegiatan ”Face The Book With Facebook” ini bertujuan untuk bisa meningkatkan kemampuan dan ide siswa sehari-hari pada hal yang mereka hadapi khususnya disekolah dan diwajibkan untuk bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris, karena sangat sulit menstimulus siswa agar bisa menulis bahasa Inggris dan membiasakan mereka menulis dalam tulisan berbahasa Inggris.

Manfaat dari kegiatan Program ini adalah meningkatkan kompetensi dan keterampilan siswa dalam mengungkapkan ide dan opini mereka mengenai permasalahan maupun topik yang menarik dalam keseharian mereka dengan menggunakan bahasa Inggris melalui situs jejaring sosial FB serta membuat laboratorium komputer sekolah dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah dalam mengaplikasikan ide mereka menjadi tulisan.

Pada persiapan program, guru mempersiapkan peralatan untuk bisa membuat jaringan dan laboratorium komputer yang sangat sederhana sehingga siswa dapat mengakses internet khususnya berdiskusi di group forum yang sudah dibuat di FB. Awalnya SMA Al-Ghurabaa tidak memiliki laboratorium komputer maupun jaringan internet sama sekali, hal pertama yang harus dilakukan adalah membeli perangkat serta membuat laboratorium komputer yang layak dan kondusif untuk belajar. Kesulitan yang dihadapi adalah memasang dan menginstal peralatan komputer dan jaringan internet sehingga memungkinkan perangkat komputer untuk bisa mengakses. Aliran listrik yang terbatas, serta jumlah monitor dan PC yang tidak sesuai dengan jumlah siswa menjadi kendala sendiri untuk program ini.

Gbr. Persiapan program dalam membuat jaringan akses internet, serta memperbaiki dan memperbaharui laboratorium komputer.

Pada kegiatan program ini terdapat dampak positif serta perkembangan yang berarti dalam tulisan siswa. Kemampuan menulisa siswa dapat berkembang secara signifikan, mulai dari awal hingga bulan kedua. Pada tahapan dan bulan berikutnya, siswa semakin antusias dan tertarik pada penulisan tulisan harian berbahasa Inggris mereka maupun topik-topik dan ide-ide yang mereka buat, mereka sudah bisa menikmati tulisan mereka dan terkadang memberikan pengalaman pribadi serta cerita yang menarik dan dapat dimengerti, hal ini membuktikan bahwa penggunaan FB ini dapat merangsang dan memotivasi serta meningkatkan kemampuan menulis mereka.

Mengkutip pernyataan Prof. Johannes Surya pada salah satu acara di Metro TV bahwa “Tidak ada siswa yang bodoh, hanya saja mereka yang tidak mendapatkan kesempatan belajar dari guru yang baik ”, disini saya juga turut mengajak para guru untuk bisa menciptakan maupun membuat sebuah media yang inovatif, kreatif, efektif serta efisien yang menjadikan siswa kita lebih bisa mandiri dan berkarya serta memahami materi pembelajaran dengan baik

Tinggalkan balasan