Gempa Bumi Siapa Takut ?

Oleh : Usmani Haryono, S.Pd

SMA Trimurti Surabaya

Jl. Gubernur Suryo No. 3 Surabaya

Telp. 031 – 531 56078, Fax 031 – 534 5608

Salah satu aktivitas terbaik csf 2006


Pendahuluan

Gempa bumi merupakan fenomena alam yang menimbulkan berbagai kerugian dan kerusakan dan bahkan menimbulkan jatuh korban. Gempa bumi itu sendiri terjadi karena adanya getaran di permukaan bumi yang disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.

Latar belakang

Ide dari kegiatan ini berawal ketika permasalahan gempa bumi ini menjadi suatu hal yang butuh penangan serius mengingat jumlah korban akibat dari gempa itu sendiri sangat tidak sedikit. Salah satu contoh saat kejadian Tsunami di Aceh yang menyangkut juga daerah lainnya yaitu Nias, bukan hanya karena letak pulau tersebut yang dekat dengan perairan atau pantai, namun belakangan juga terjadi gempa di tengah kota yaitu banyak orang-orang kantor yang merasakan getaran saat gedung bertingkat tinggi terkena guncangan. Oleh sebab itu perlu diadakannya sosialisasi atau penjelasan baik itu cara menangani bencana gempa bumi maupun langkah yang perlu diambil saat bencana tersebut terjadi, dimana kita perlu berlindung, atau langkah apa saja yang perlu dilakukan. Apalgi khusus untuk fasilitas-fasilitas umum seperti sekolah dll.

Tujuan

Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan mengenai gempa bumi dan daerah-daerah di Indonesia yang merupakan titik rawan gempa bumi, serta memberikan ketrampilan tentang apa saja yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi dengan harapan dapat meminimalkan terjadinya jumlah korban jiwa. Serta memberikan point-point penting sejumlah tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi gempa melalui kreasi tulisan berkarikatur untuk dipampang di rumah-rumah penduduk terutama yang merupakan daerah rawan gempa bumi sekaligus sebagai media sosialisasi.

Pelaksanaan program

Pelaksanaan program dilaksanakan pada bulan Desember s/d Februari 2007 yang dilaksanakan langsung oleh siswa kelas XI IPS 1 dan XI IPS 2 sebanyak 35 siswa. Adapun metode serta alur kegiatan terdiri dari tahap awal yaitu pemberian pengarahan tentang bencana alam yang ditimbulkan dari gempa bumi, jenis gempa bumi beberapa daerah di Indonesia yang merupakan titik rawan gempa bumi. Kemudian tahap selanjutnya 35 siswa yang terlibat diberi pelatihan tentang sejumlah tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi, adapun materi pelatihan terdiri dari beberapa point penting yaitu :

1. Jika anda berada dalam bangunan ; tindakan anda harus

  • Lindungi kepala dan badan anda dari reruntuhan bangunan.
  • Mencari tempat yang paling aman dari reruntuhan goncangan.
  • Berlari keluar apabila masih dapat dilakukan.

2. Jika anda berada diluar bangunan atau area terbuka ; tindakan anda harus :

  • Menghindari dari bangunan yang ada di sekitar anda (seperti gedung, listrik, pohon dll).
  • Perhatikan tempat kaki anda berpijak hindari apabila terjadi rekahan tanah.

3. Jika anda sedang mengendarai mobil ; tindakan anda seharusnya :

  • Keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.
  • Perhatikan tempat kaki anda berpijak hindari apabila terjadi rekahan tanah didekat kaki anda berpijak.

4. Jika anda tinggal atau berada di pantai, jauhi pantai untuk menghindari terjadinya tsunami.

  • Jika anda tinggal di daerah pegunungan, apabila terjadi gempa bumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran tanah.

Pelaksanaan program ditutup dengan demonstrasi penanganan bencana gempa bumi yang dilakukan di aula sekolah dengan pembuatan seeting tempat demo gempa, demo tersebut diikuti oleh sebanyak 10 siswa dari SMA Trimurti sendiri.

Hasil yang diharapkan

Hasil yang diharapkan dari program ini ada dua yaitu :

Bagi guru :

  1. Jika terjadi bencana gempa bumi dapat meminimalkan jumlah korban.
  2. Sebagai wacana baru untuk mengantisipasi terjadinya bencana gempa bumi.

Bagi siswa :

  1. Siswa dapat memiliki pengetahuan dan sejumlah ketrampilan ketika menghadapi bencana gempa bumi.
  2. Siswa dapat menyebarluaskan pengetahuan dan sejumlah ketrampilan tersebut terutama kepada masyarakat awam yang tinggal di daerah-daerah titik rawan bencana gempa bumi.

Profil Guru

Nama : Usmani Haryono, S.Pd

Tempat tanggal lahir : Bojonegoro, 30 Desember 1966

Pendidikan : S1 Pendidikan Geografi, IKIP Malang

Tinggalkan balasan