<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aksi Guru</title>
	<atom:link href="http://aksiguru.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aksiguru.org</link>
	<description>Aksi Guru adalah salah satu program dari Citi Success Fund (CSF) dan Hope Indonesia yang bertujuan untuk mendukung ide-ide kreatif dari para guru SMA</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 09:08:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>CSF 2010</title>
		<link>http://aksiguru.org/2010/07/14/csf-2010/</link>
		<comments>http://aksiguru.org/2010/07/14/csf-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 16:06:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ade</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar CSF]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aksiguru.org/?p=843</guid>
		<description><![CDATA[Kabar baik &#8230;.. Rekan-rekan guru sudah bisa mendaftar ikutan peluncuran csf 2010 di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan dan Bali, lihat lokasi dan tanggal peluncuran.
Form Pendaftaran CSF 2010





  
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="font-size: 13px; color: #333333; font-weight: normal; overflow: hidden; padding: 0px; margin: 0px; text-align: left;"><span>Kabar baik &#8230;.. Rekan-rekan guru sudah bisa mendaftar ikutan peluncuran csf 2010 di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan dan Bali, lihat lokasi dan tanggal peluncuran.</span></h3>
<p style="text-align: center;"><span><a href="http://hopeindonesia.org/media/csf/pendaftaran%20csf%202010.rar">Form Pendaftaran CSF 2010</a><br />
</span></p>
<p style="text-align: center;"><a href="../wp-content/uploads/2010/07/csf-launch.jpg"><img class="aligncenter" style="border: 1px solid black; margin-top: 2px; margin-bottom: 2px;" title="csf launch" src="../wp-content/uploads/2010/07/csf-launch.jpg" alt="csf launch" width="520" height="236" /></a></p>
<p style="text-align: left;"><span><br />
</span></p>
<p style="text-align: left;">
<h3 style="font-size: 13px; color: #333333; font-weight: normal; overflow: hidden; padding: 0px; margin: 0px; text-align: left;"><img class="alignleft" title="poser csf2010" src="http://hopeindonesia.org/media/csf/Poster CSF 2010.jpg" alt="" width="150" height="200" /> <img class="alignnone" title="brosur csf2010" src="http://hopeindonesia.org/media/csf/brosur CSF 2010 A.jpg" alt="" width="250" height="200" /> <img class="alignnone" title="brosur a csf2010" src="http://hopeindonesia.org/media/csf/brosur CSF 2010 B.jpg" alt="" width="250" height="200" /></h3>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aksiguru.org/2010/07/14/csf-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Guru Ideal: Pengembangan Potensi Diri</title>
		<link>http://aksiguru.org/2010/07/06/guru-ideal-pengembangan-potensi-diri/</link>
		<comments>http://aksiguru.org/2010/07/06/guru-ideal-pengembangan-potensi-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 05:19:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengajar dan Belajar Kreatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aksiguru.org/?p=763</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Lita Mariana
Setelah bicara murid, mari kita bicara guru. Elemen penting yang perubahannya bisa paling dikendalikan. Karena dimulai dari kita, si guru: diri sendiri. Guru ideal itu kaya apa sih?
Komunikasi lancar
Komunikasi adalah pembicaraan dua arah. Jika di kelas, antara guru ... [&#187;]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <a title="BananaTalk" href="http://lita.inirumahku,com"><em>Lita Mariana</em></a></p>
<p>Setelah bicara murid, mari kita bicara guru. Elemen penting yang perubahannya bisa paling dikendalikan. Karena dimulai dari kita, si guru: diri sendiri. Guru ideal itu kaya apa sih?</p>
<h3>Komunikasi lancar</h3>
<p>Komunikasi adalah pembicaraan dua arah. Jika di kelas, antara guru dan muridnya. Komunikasi berarti ‘nyambung’. Bukan guru bermonolog dan murid ngobrol sendiri. Atau murid bertanya dan guru menjawab entah ke mana. Komunikasi memang tidak menjamin kompetensi. Tapi setidaknya dengan komunikasi yang baik, keinginan kedua belah pihak dapat tersampaikan dan dimengerti oleh yang dituju.<span id="more-763"></span></p>
<p>Dalam penyampaian bahan ajar, kompetensi tak pernah kalah penting dari komunikasi. Jika komunikasi baik namun kompetensi gurunya kurang, pengembangan potensi peserta didik tak dapat maksimal selain dapat berisiko ‘ilmu yang salah’.</p>
<p>Jika peserta didik telah dapat belajar mandiri, kesalahan dalam materi yang diajarkan oleh guru dapat ditanggulangi dengan baik dengan perbaikan dari sumber yang lain. Pada tahap ini, murid diharapkan untuk mampu menyampaikan dengan baik dan sopan pendapatnya dalam usaha ‘meluruskan kesalahan’ yang dibuat oleh guru pengajar dan kebesaran hati serta sikap terbuka dari guru yang bersangkutan.</p>
<p>Jika peserta didik belum dapat mandiri, maka diharapkan kelak ia mampu menemukan kebenarannya dan mampu memaafkan serta maklum bahwa guru bukanlah mahluk yang tak pernah salah. Guru dapat salah, namun kesalahan guru cenderung lebih sulit termaafkan dibandingkan dengan kesalahan yang sama yang dibuat oleh ‘orang lain’. Ini adalah salah satu sisi beratnya menjadi guru.</p>
<p><a href="http://www.colectiva.tv/wordpress/lang/en-us/wang-qingsong/"><img class="aligncenter size-full wp-image-862" title="teacher &amp; blackboard" src="http://aksiguru.org/wp-content/uploads/2010/07/Picture-8.png" alt="teacher &amp; blackboard" width="498" height="198" /></a></p>
<h3>Tak berhenti belajar</h3>
<p>Guru tak boleh berhenti belajar dengan alasan apapun juga. Saat ia berhenti belajar, saat itu pulalah ia sebaiknya berhenti menjadi guru. Guru harus tanggap pada perkembangan zaman dan keilmuan yang diajarnya. Peka pada isu sosial dan lingkungan namun punya prinsip yang kokoh sehingga tegar dalam toleransi terhadap perbedaan.</p>
<p>Guru harus mutakhir dalam keilmuan. Indonesia banyak ketinggalan dari negara lain tapi bukan berarti potensi kita lemah. Potensi manusia Indonesia sesungguhnya besar dan melingkupi berbagai bidang, ditunjang pula oleh potensi alam (yang walaupun semakin menipis karena tersia tapi limpahannya masih menggiurkan). Kemampuan eksplorasi dan pengembangan sangat penting untuk dapat memajukan negeri ini. Jika guru malas belajar, apa jadinya jika putra bangsa diajarkan ilmu yang ‘sudah basi’ karena –misalnya- ternyata sudah dibatalkan oleh penemuan/konsensus terbaru.</p>
<p>Belajar-nya guru mensyaratkan beberapa hal penting, misalnya: 1. Jangan gengsi. Murid adalah salah satu sumber ilmu yang penting. Jika mereka mengoreksi kita, sebagai yang dewasa, kita harus mampu untuk melihat pesannya terlebih dahulu ketimbang cara mereka dalam menyampaikan pesan. Sekalipun caranya tak sopan, terimalah saran perbaikan yang datang walau bentuknya melukai hati. Katakan penghargaan kita atas usaha mereka, sampaikan pendapat kita atas saran tersebut (jika pada saat itu kita telah tahu apa jawabannya –eh boleh lho guru tidak tahu sesuatu) baru di akhirnya sampaikan pendapat kita atas cara murid menyampaikan pendapatnya.</p>
<p>Betulkan di mana bagian yang ‘salah’. Misalnya, “Saranmu baik sekali, nak. Terima kasih. Akan lebih baik lagi kalau kamu menyampaikannya dengan nada yang lebih bersahabat sehingga tidak mengundang emosi atau reaksi balik yang keras dari orang lain. Kamu sendiri pasti akan tidak nyaman jika ada orang yang menyampaikan kekuranganmu dengan gaya ‘nyolot’ walau niatnya sungguh sangat baik.”</p>
<p>Selalu belajar dapat benar-benar berarti setiap hari belajar. Ya belajar seperti anak muridnya. Mendalami kembali teori, melatih cara penyampaian, mengerjakan soal-soal, memeriksa kembali dari berbagai sumber yang fasih, dan menyiapkan bahan ajar dengan kata-kata paling sederhana dan alat dukung yang paling optimal.</p>
<p>Selalu belajar juga berarti pikiran serta hati yang terbuka, waspada terhadap kesalahan diri dan mau menerima hal-hal baru (walau tidak harus selalu setuju). Bersedia menerima kritik dan mau serta mampu mengevaluasi diri untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik setiap hari.</p>
<h3>Mampu bekerja sama</h3>
<p>Bekerja sama tidaklah sama dengan bekerja bersama-sama. Bekerja sama adalah berkolaborasi. Membina hubungan baik, kekompakan dan menjaga komunikasi agar soliditas tim kokoh. Tim dapat berupa kelompok pengajar bidang studi yang sama, sesama pengajar kelas 10 (misalnya), sebagai lingkup yang penting, setiap guru adalah anggota tim murid-orangtua-guru bagi setiap murid.</p>
<p>Kerja sama mensyaratkan kesetaraan kompetensi yang dapat diandalkan antar anggota tim, komunikasi yang baik, serta kemauan belajar. Kemampuan bekerja sama akan melengkapi syarat utama yang harus ada pada diri seorang guru. Dengan semua potensi ini, guru ideal dapat terwujud dari sosok siapa saja. Tidak harus bergelar mentereng berjejer (Dr. Ir, PhD), tidak harus cantik/ganteng untuk menjadi ’menarik’ di mata peserta didik, tidak pula harus bersertifikat banyak (maaf, tidak bermaksud sengaja menyinggung tapi bagi saya buat apa banyak sertifikat kalau tidak nampak hasil dari keikutsertaannya?).</p>
<p>Ini hanya sebagian kecil dari sosok guru ideal yang mampu saya gambarkan. Tentu bapak-ibu dan teman-teman sekalian dapat berbagi ’syarat’ sosok guru ideal. Bagaimana? <img src='http://aksiguru.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aksiguru.org/2010/07/06/guru-ideal-pengembangan-potensi-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Go Green Program &#8211; SMAN 6 Tangerang</title>
		<link>http://aksiguru.org/2010/06/22/go-green-program-sman-6-tangerang/</link>
		<comments>http://aksiguru.org/2010/06/22/go-green-program-sman-6-tangerang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 01:36:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nena</dc:creator>
				<category><![CDATA[2008]]></category>
		<category><![CDATA[Ide-ide Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Mengajar dan Belajar Kreatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aksiguru.org/?p=836</guid>
		<description><![CDATA[httpv://www.youtube.com/watch?v=IS6PXhcbI6Y]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Video dokumentasi program CSF 2008 dari SMA Negeri 6 Tangerang. Program ini diajukan oleh ibu Rina Istianawati.</p>
<p>Selamat menonton!</p>
<p><!-- Smart Youtube --><span class="youtube"><object width="425" height="355"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/IS6PXhcbI6Y&amp;rel=1&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0" /><param name="allowFullScreen" value="true" /><embed wmode="transparent" src="http://www.youtube.com/v/IS6PXhcbI6Y&amp;rel=1&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="355" ></embed><param name="wmode" value="transparent" /></object></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aksiguru.org/2010/06/22/go-green-program-sman-6-tangerang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>GURU IDEAL</title>
		<link>http://aksiguru.org/2010/06/21/guru-ideal/</link>
		<comments>http://aksiguru.org/2010/06/21/guru-ideal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 08:15:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengajar dan Belajar Kreatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aksiguru.org/?p=832</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Gita Savira Susila*

Harapan setiap orang tua dalam menyekolahkan anaknya pastilah memperoleh keberhasilan maksimal dalam pendidikan. Sedangkan keberhasilan tersebut dapat dicapai tergantung dari proses belajar mengajar (PBM) yang dilakukan di sekolah. Hal ini ditentukan oleh:
1.    Minat belajar ... [&#187;]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Gita Savira Susila*</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-833" title="Picture 2" src="http://aksiguru.org/wp-content/uploads/2010/06/Picture-2.png" alt="Picture 2" width="491" height="389" /></p>
<p>Harapan setiap orang tua dalam menyekolahkan anaknya pastilah memperoleh keberhasilan maksimal dalam pendidikan. Sedangkan keberhasilan tersebut dapat dicapai tergantung dari proses belajar mengajar (PBM) yang dilakukan di sekolah. Hal ini ditentukan oleh:</p>
<p><strong>1.    Minat belajar siswa</strong></p>
<p>Seorang siswa akan berhasil dalam belajar jika memperhatikan KKR sebagai berikut:</p>
<p>a.                Kesehatan                            : cukup makan, cukup istirahat, juga olahraga teratur.</p>
<p>b.                Konsentrasi                            : focus dan tidak memikirkan hal lain, selain memperhatikan guru yang sedang mengajar.</p>
<p>c.                Rutin                            : setiap hari belajar secara bertahap, tidak dibenarkan belajar hanya saat menjelang ujian karena materi pelajaran yang menumpuk akan mempersulit diri.</p>
<p><strong>2.    Cara mengajar guru.</strong></p>
<p><strong>3.    Sarana prasarana pendukung seperti gedung sekolah, buku, laboratorium dsb.</strong></p>
<p>Dari faktor-faktor penentu keberhasilan PBM tersebut, penulis lebih mencermati “cara mengajar guru”. Sehingga timbul pemikiran dan besar harapan untuk mendapat  seorang “Guru Ideal” yang sangat berpengaruh positif terhadap keberhasilan siswa.</p>
<p>Guru ideal yang dimaksud adalah:</p>
<p><em>·       Guru sebagai panutan</em></p>
<p>Seorang guru dituntut pandai, juga berprilaku baik. Materi pelajaran yang disampaikan pada siswa harus benar, jika salah akan berpengaruh negative karena materi pelajaran akan senantiasa berkesinambungan pada jenjang pendidikan selanjutnya.</p>
<p><em>·       Guru tidak hanya mengajar tetapi juga harus mendidik</em></p>
<p>Mengajar dalam hal ini diartikan sebagai menyampaikan materi pelajaran. Dalam menyampaikan materi pelajaran tersebut disertakan aspek-aspek pendidikan demi kemajuan siswa.</p>
<p><em>·       Guru bersikap bijaksana, sabar dan tangguh</em></p>
<p>Menghadapi banyak siswa bukan hal mudah, adakalanya ditemukan beberapa siswa yang nakal dan suka melanggar peraturan/tata tertib sekolah. Seorang guru yang bijak, sabar, dan tangguh untuk suatu pelanggaran/kenakalan yang belum pernah dilakukan siswa, diharapkan tidak langsung marah dan menghukum siswa. Mula-mula bias ditanyakan pada siswa tersebut “mengapa/apa alas an terjadi pelanggaran” untuk kemudian diberikan suatu peringatan agar tidak terjadi pengulangan pelanggaran. Dengan demikian perbuatan siswa yang kurang/tidak baik berubah menjadi baik.</p>
<p>Seorang guru juga harus bisa mengelola kelas dengan baik. Tidak membiarkan kondisi kelas rebut saat PBM. Ketenangan kelas membantu siswa untuk berkonsentrasi dalam menerima pelajaran.</p>
<p>Demikian beberapa hal tentang “Guru Ideal”, meskipun singkat semoga bermanfaat bagi pembaca. Akhir kata mohon maaf jika dalam penulisan ini terdapat kekurangan dan kesalahan.</p>
<p>* Penulis adalah seorang pelajar dari SMAN 8 Bekasi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aksiguru.org/2010/06/21/guru-ideal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Update &#8211; Pendaftaran Siswa Online</title>
		<link>http://aksiguru.org/2010/06/15/update-pendaftaran-siswa-online/</link>
		<comments>http://aksiguru.org/2010/06/15/update-pendaftaran-siswa-online/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jun 2010 04:17:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengajar dan Belajar Kreatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aksiguru.org/?p=828</guid>
		<description><![CDATA[Rekan guru dan pembaca sekalian,
Kami mohon maaf jika blog post kami mengenai pendaftaran siswa secara online di DKI Jakarta ternyata dianggap tidak tepat. Informasi yang kami cantumkan di situ diambil dari situs berita Kompas.com pada tanggal 5 Juni 2010. Berita ... [&#187;]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rekan guru dan pembaca sekalian,</p>
<p>Kami mohon maaf jika blog post kami mengenai pendaftaran siswa secara online di DKI Jakarta ternyata dianggap tidak tepat. Informasi yang kami cantumkan di situ diambil dari situs berita Kompas.com pada tanggal 5 Juni 2010. Berita selengkapnya bisa dilihat di tautan ini: <a href="http://edukasi.kompas.com/read/2010/06/05/15581475/Pendaftaran.SD-SMA.Negeri.secara.Online">http://edukasi.kompas.com/read/2010/06/05/15581475/Pendaftaran.SD-SMA.Negeri.secara.Online</a>.</p>
<p>Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada bapak Haikal yang sudah memberikan informasi terbaru mengenai hal ini. Beliau menginformasikan bahwa sudah ada situs yang berfungsi untuk pendaftaran siswa SD secara online, yaitu: <a href="http://sd.ppdbdki.org/index.aspx">http://sd.ppdbdki.org/index.aspx</a>. Silakan dilihat, dan mudah-mudahan informasi kali ini bermanfaat dan tidak dianggap sebagai informasi yang kurang tepat.</p>
<p><a href="http://sd.ppdbdki.org/index.aspx"><img class="aligncenter size-full wp-image-829" title="Picture 4" src="http://aksiguru.org/wp-content/uploads/2010/06/Picture-4.png" alt="Picture 4" width="477" height="354" /></a></p>
<p>Terima kasih!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aksiguru.org/2010/06/15/update-pendaftaran-siswa-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yuk, berbagi untuk pendidikan!</title>
		<link>http://aksiguru.org/2010/06/10/yuk-berbagi-untuk-pendidikan/</link>
		<comments>http://aksiguru.org/2010/06/10/yuk-berbagi-untuk-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 02:15:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar CSF]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aksiguru.org/?p=823</guid>
		<description><![CDATA[Menjelang penghujung tahun ajaran, biasanya sebagai guru kita akan mulai melakukan refleksi terhadap apa yang sudah kita lakukan selama setahun terakhir mengajar. Refleksi itu kadang berawal dari pertanyaan sederhana seperti: apakah prestasi siswa membaik? apakah materi yang disampaikan dapat dipahami ... [&#187;]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menjelang penghujung tahun ajaran, biasanya sebagai guru kita akan mulai melakukan refleksi terhadap apa yang sudah kita lakukan selama setahun terakhir mengajar. Refleksi itu kadang berawal dari pertanyaan sederhana seperti: apakah prestasi siswa membaik? apakah materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik? apakah cara mengajar kita sudah sesuai dengan kebutuhan? &#8211; dan mungkin banyak lagi refleksi lain.</p>
<p>Sekarang Aksi Guru ingin mengajak rekan guru untuk saling berbagi pengalaman dan tips mengajar. Tidak perlu serius, tidak perlu panjang, yang penting adalah proses berbagi di antara kita sehingga kita bisa terus memperbaiki diri &#8211; dan akhirnya, meningkatkan kualitas pendidikan.</p>
<p>Rekan guru sekalian bisa melakukannya dengan meninggalkan komentar di bagian bawah tulisan ini, atau bisa juga mengirimkan tulisannya ke alamat surel: aksi.guru@yahoo.com. Tulisan pengalaman dan tips ini akan kami terbitkan di blog ini, dan di Facebook page AksiGuru.</p>
<p>Silakan sebarkan informasi ini jika rekan-rekan berkenan, dan, yuk, berbagi!!</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-824" title="Picture 1" src="http://aksiguru.org/wp-content/uploads/2010/06/Picture-11.png" alt="Picture 1" width="469" height="311" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aksiguru.org/2010/06/10/yuk-berbagi-untuk-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Murid Ideal: Nilai Pribadi</title>
		<link>http://aksiguru.org/2010/06/07/murid-ideal-nilai-pribadi/</link>
		<comments>http://aksiguru.org/2010/06/07/murid-ideal-nilai-pribadi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 05:09:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengajar dan Belajar Kreatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aksiguru.org/?p=811</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Lita Mariana
Keberhasilan pendidikan (tak hanya di sekolah) bertumpu pada 3 sudut segitiga: murid (pelaku pembelajaran), orangtua, dan guru (sekolah). Ketika salah satu sudut tidak berfungsi optimal, segitiga akan menjadi timpang. Pelaku utama layak mendapat porsi pertama dibicarakan, jadi saya ... [&#187;]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Oleh:<a title="BananaTalk" href="http://lita.inirumahku.com"> Lita Mariana</a></em></p>
<p>Keberhasilan pendidikan (tak hanya di sekolah) bertumpu pada 3 sudut segitiga: murid (pelaku pembelajaran), orangtua, dan guru (sekolah). Ketika salah satu sudut tidak berfungsi optimal, segitiga akan menjadi timpang. Pelaku utama layak mendapat porsi pertama dibicarakan, jadi saya akan berbagi pendapat saya tentang idealnya murid.</p>
<h3>Ideal tak harus super</h3>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/chanchan222/2885655597/"><img class="alignleft size-medium wp-image-821" title="Picture 5" src="http://aksiguru.org/wp-content/uploads/2010/06/Picture-5-300x196.png" alt="Picture 5" width="242" height="158" /></a>Idealnya murid, menurut saya, tak perlu yang masuk kategori super alias segala bisa. Bahasa Inggris casciscus, Matematika gemilang, Fisika dahsyat, Kimia sedap, Biologi lancar jaya. Siapa tak ingin punya murid seperti ini. <em>All-rounder</em>. Raportnya pasti indah dan membanggakan.</p>
<p>Ibarat tanaman, kata seorang murid saya, sekolah bukan mendapat biji tapi pohon. Tak &#8216;perlu&#8217; dirawat sudah tumbuh sendiri. Tak usah diurus sudah maju sendiri. Ikut lomba ini-itu dan menang. Maju olimpiade internasional saat masih belia. Tentu senang punya murid seperti ini. Mengharumkan nama sekolah dan mampu membuka jalannya sendiri. Tapi bukan itu yang dimaksud dengan pendidikan. Bukan itu yang terpenting dan menjadi tujuan pendidikan.</p>
<p>Murid ideal bukan secemerlang apa murid di sebanyak mungkin bidang yang bisa diraih.<br />
Tapi tentang proses belajarnya sendiri. Tentunya, evaluasi proses belajar terekam berupa nilai di raport, baik kemampuan akademik maupun psikomotor dan perilaku di kelas. Yang paling penting adalah anak belajar dan menjadi lebih baik melalui proses pembelajarannya.</p>
<h3>Matang jiwa</h3>
<p>Pendidikan adalah tentang menghantar peserta didik dalam menjadi pribadi yang lebih baik. Dari sisi akademik, kepribadian dan kematangan jiwa. Ketika akademik sempurna namun kepribadian rapuh, tekanan ujian dapat membuat anak stres berlebihan. Atau bersikap pongah karena mengukur teman dan gurunya dari sisi akademik saja. Yang di ’bawah’nya tak berharga. Hidup berorientasi nilai.</p>
<p>Jangan salah, tak hanya yang pintar saja yang begini. Yang tidak tergolong murid cemerlang juga diam-diam ada yang pongah. Menurut sebagian ini, tak penting didapatnya dari mana. Yang penting nilainya baik dan lulus. Tak heran ada yang masih dapat membusungkan dada menyebut nilai ujian nasional dengan bangga padahal semua temannya juga tahu bagaimana ia mendapatkannya.</p>
<p>Ketika anak memiliki kepribadian kuat dan jiwanya matang, kekurangan akademik dapat diatasinya dengan baik dengan memasrahkan diri pada usaha yang lebih banyak dan kelonggaran hati yang lebih besar andaikan nilai yang didapat masih tidak mencapai target yang diinginkannya. Murid golongan ini punya kadar gengsi yang cukup. Cukup gengsi untuk malu menyontek dan berbuat curang. Dan cukup mau menahan gengsi untuk mengakui bahwa dirinya masih ’kurang’ sehingga bersedia bertanya dan minta bantuan.</p>
<h3>Semangat hidup</h3>
<p><a href="http://images.google.com.br/images?q=studying%20&amp;btnG=Pesquisar%20imagens&amp;um=1&amp;hl=pt-BR&amp;client=firefox-a&amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;sa=2"><img class="alignright size-medium wp-image-820" title="Picture 3" src="http://aksiguru.org/wp-content/uploads/2010/06/Picture-3-300x283.png" alt="Picture 3" width="231" height="217" /></a>Di kepala saya, yang terbayang tentang murid yang saya idamkan adalah murid yang SEMANGAT. Ini adalah hidup yang ia jalani. Jalan yang dipilih pada tahap kehidupannya yang ini adalah dengan bersekolah di sini. Dan saat ini bertemu saya di kelas. Semangat hidup yang mengalir dapat terasakan oleh saya dan memberi energi bagi saya untuk melakukan segala yang terbaik yang saya bisa untuknya.</p>
<p>Mereka yang antusias menjalani hidup yang dipilihnya selalu menarik orang-orang untuk juga menjadi antusias. Suasana menjadi hidup. Menyenangkan berada dalam lingkungan seperti ini. Lelah tubuh tak sepadan dengan puasnya hati melihat kegairahan murid untuk mempelajari hal yang baru. Mampu belajar mandiri, ini adalah salah satu tapak penting bagi kemajuan tahap belajar murid.</p>
<h3>Berguna. Sekarang atau nanti.</h3>
<p>Saya suka punya murid yang tahu apa yang mereka inginkan dan bersedia memperjuangkannya. Bersedia bertenggang rasa untuk mempelajari ’sampingan’ –yang mungkin baginya belajar fisika tak dirasa perlu karena ia hanya tertarik pada seni instalasi- semata karena dirasanya tak ada hal yang tak berguna bagi capaian mimpinya.</p>
<p>Dan sesungguhnya, tak ada sesuatupun yang tak berguna kecuali jika kita menganggap dan memperlakukannya demikian. Tak jarang terdengar ’<em>Ngapain </em>belajar matematika susah-susah begini, gue cuma mau belajar bisnis!’. Tak terlihatnya bahwa tapak menuju pelajaran bisnis memerlukan logika kokoh, penalaran yang baik serta kemampuan untuk mengenali pola. Di sini matematika menjadi penting. Bukan matematikanya sendiri yang terpenting, tapi apa yang diajarkan oleh matematika: keahlian menganalisa, menggunakan logika dan memecahkan masalah.</p>
<h3>Aku dulu, baru dunia!</h3>
<p>Tak semua murid mampu menyadari hal ini. Tak semua murid mampu bersabar. Yang ada sepanjang kehidupannya bersekolah adalah keluh kesah karena sulitnya batu-batu pijakan yang harus dilewati menuju apa yang ia inginkan. Selama itu ia berkeluh, selama itu ia merasa menderita, selama itu ia merasa dipaksa untuk menjalani apa yang tidak dia inginkan. Tanpa disadari bahwa ia punya pilihan: mengubah kondisi atau mengubah posisi dirinya.</p>
<p>Ketika masalah bertubi datang, kita selalu punya pilihan untuk mengubah kondisi. Kadang, celetuk enteng saya lontarkan jika murid sudah berkeluh panjang (bikin saya juga jadi tak semangat mendengarnya) tentang betapa sulitnya bersekolah di sekolah kami, &#8220;Ya sudah pindah saja, nak. Cari sekolah yang lebih gampang. Jangan dibikin susah.&#8221; Biasanya akan bersambut dengan alasan bahwa orangtuanya yang ingin, bahwa kesempatan bagi murid IPA lebih banyak, dan sebagainya. Klise dan pasti semua sudah pernah mendengarnya.</p>
<p>Sodorkan kenyataan bahwa itu adalah PILIHAN yang tidak ingin mereka pilih karena tidak menyukai konsekuensinya (atau tidak sanggup). Karena pilihan itu sudah dicoret, tinggal pilihan yang satu lagi: ubah dirinya. Jika segala daya upaya sudah dianggapnya maksimal dan tampaknya tak terdapat kemajuan, setidaknya ia perlu menyadari bahwa ia harus menurunkan &#8217;standar&#8217; penilaian terhadap dirinya sendiri. Ia harus sadar bahwa mungkin kemauannya tak realistis.</p>
<p>Ada dua pilihan yang dapat ditawarkan kalau murid punya target yang lebih tinggi daripada kemampuan diri: 1. Perbanyak usaha. Berlarilah sampai rasanya tak sanggup lagi berlari. Sampai nafas hampir habis. Total. Tanpa menyisakan sedikit &#8217;setengah&#8217;. 2. Turunkan targetnya. Sesuaikan ke tingkatan di mana kamu nyaman menjalaninya.</p>
<p>Tentu masing-masing ada konsekuensinya. Pilihan 1 cocok untuk yang ambisius dan mandiri. Pilihan 2 cocok untuk yang santai dan ingin ’menikmati hidup’ dengan caranya sendiri. Biarkan mereka memilih sendiri. Dan biarkan mereka menikmati konsekuensi pilihannya.</p>
<p>Sadarkan bahwa tak selamanya diri kita bisa mengubah dunia. Bahkan, jika kita tak mau memulai dengan mengubah diri sendiri, mengubah dunia bukanlah suatu kemungkinan. Mustahil. Kecuali karena mukjizat atau keajaiban, dunia tak bersimpuh di hadapan seorang manusia tanpa usaha. Bahkan mukjizat pun terhantar pada manusia yang tertempa keimanannya.</p>
<p>Murid yang ideal adalah murid yang mampu bertenggang rasa. Mampu menerima bahwa guru yang mengajarnya punya peluang untuk berbuat salah. Mampu menerima kritik bahwa ada sisi-sisi dirinya yang masih dapat diperbaiki. Mampu menerima bahwa di tengah sistem yang tidak sempurna, selalu ada yang dapat diraih sebagai sarana memajukan diri. Mampu melihat kelebihan di antara kekurangan. Mampu melihat indahnya bintang di kelamnya malam.</p>
<p>Tak semua murid mampu melakukan semua ini sendirian. Tak semua orang mampu menyadarkan dirinya. Di sinilah peran penting guru selain mengampu mata pelajaran: MENDIDIK. Uraian bersambung pada tulisan berikutnya mengenai sosok guru ideal.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aksiguru.org/2010/06/07/murid-ideal-nilai-pribadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendaftaran Murid Secara Online di DKI Jakarta</title>
		<link>http://aksiguru.org/2010/06/07/pendaftaran-murid-secara-online-di-dki-jakarta/</link>
		<comments>http://aksiguru.org/2010/06/07/pendaftaran-murid-secara-online-di-dki-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 02:58:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengajar dan Belajar Kreatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aksiguru.org/?p=814</guid>
		<description><![CDATA[Penggunakan internet dan media sosial untuk pendidikan semakin banyak dilakukan di Indonesia. Sudah ada cukup banyak guru yang mempunyai blog yang digunakan untuk mengajar atau memberikan tugas kepada siswa, ditambah lagi dengan semakin meluasnya penggunaan Facebook oleh para guru. Hal ... [&#187;]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penggunakan internet dan media sosial untuk pendidikan semakin banyak dilakukan di Indonesia. Sudah ada cukup banyak guru yang mempunyai blog yang digunakan untuk mengajar atau memberikan tugas kepada siswa, ditambah lagi dengan semakin meluasnya penggunaan Facebook oleh para guru. Hal ini menunjukkan bahwa dunia pendidikan di Indonesia sudah semakin siap merangkul teknologi baru ini.</p>
<p>Melangkah sedikit lebih jauh, pemerintah pun turut mendukung pemanfaatan internet untuk pendidikan dengan menyediakan akses internet di sekolah-sekolah. Yang terbaru, pendaftaran sekolah secara online sudah bisa dilakukan di DKI Jakarta. Dengan pendaftaran secara online ini, calon siswa tidak harus datang ke sekolah yang dituju, tapi cukup datang ke sekolah terdekat dan mendaftar di sana secara online.</p>
<p>Hal ini tentunya cukup memudahkan, karena pendaftaran tidak perlu lagi dilakukan secara manual ke sekolah yang dituju yang letaknya mungkin jauh dari rumah. Namun, ada juga hal-hal yang perlu diperhatikan: misalnya koneksi internet di sekolah tempat mendaftar, dan pengetahuan menggunakan sistem baru ini.</p>
<p>Bagaimana pendapat Anda tentang pendaftaran secara online ini?</p>
<p><em>Untuk berita lengkap, silakan klik <a href="http://edukasi.kompas.com/read/2010/06/05/15581475/Pendaftaran.SD-SMA.Negeri.secara.Online">tautan berikut</a> atau klik gambar di bawah ini.</em></p>
<p><a href="http://edukasi.kompas.com/read/2010/06/05/15581475/Pendaftaran.SD-SMA.Negeri.secara.Online"><img class="aligncenter size-full wp-image-815" title="Picture 1" src="http://aksiguru.org/wp-content/uploads/2010/06/Picture-1.png" alt="Picture 1" width="477" height="436" /></a></p>
<div>
<p><strong>JAKARTA, KOMPAS.com </strong>—<strong> </strong>Mulai tahun pelajaran 2010/2011, seluruh proses pendaftaran  peserta didik baru (PPDB) dari tingkat SD hingga SMA/SMK Negeri di  Jakarta dilakukan secara <em>online</em>. Para calon siswa bisa melihat  langsung di situs penerimaan siswa di setiap sekolah. Khusus untuk  tingkat SD, sistem <em>online </em>baru diterapkan tahun ini.</p>
<p>Kepala  Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik T&#8217;udi Mulyanto kepada wartawan di  kantomya mengatakan, sistem ini sangat terbuka dan memudahkan  masyarakat. Pendaftar tinggal datang ke sekolah terdekat dan tidak harus  ke sekolah yang dituju/dipilih untuk mendaftar.</p>
<p>&#8220;Untuk SDN bisa  memilih maksimal tiga sekolah, SMPN dan SMAN bisa memilih lima sekolah,  dan SMKN maksimal bisa pilih tiga kompetensi keahlian, baik pada sekolah  yang sama maupun sekolah berbeda,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pendaftaran SDN  reguler secara <em>online </em>dilakukan 14-16 Juni 2010. &#8220;Tanggal 16  Juni sore sudah bisa dilihat di <em>website</em>, daftar siswa yang  diterima. Itu dilanjutkan lapor diri pada 17-19 Juni,&#8221; kata Taufik. Jika  daya tampung sekolah belum terpenuhi, maka pendaftaran tahap kedua akan  dibuka untuk bangku yang masih kosong.</p>
<p>Pendaftaran SMPN reguler  berlangsung 23-25 Juni dan SMAN/SMKN reguler 1-3 Juli. Semua jadwal PPDB  dan daftar siswa yang diterima bisa dilihat di <a href="http://www.ppdbdki.org/">www.ppdbdki.org</a>.<strong></p>
<p>Gratis</strong></p>
<p>Taufik  menegaskan, tidak ada pungutan biaya apa pun selama masa PPDB tingkat  SD sampai SMA. &#8220;Formulir pun gratis. Masalah biaya akan dibahas bersama  komite sekolah setelah kegiatan belajar-mengajar berlangsung yang  dimulai 12 Juli mendatang,&#8221; katanya.</p>
<p>Bagi siswa asal luar DKI,  jatah 5 persen dari total daya tampung sekolah diberlakukan.  Berdasarkan data tahun lalu, siswa SMPN dari luar DKI yang diterima  sebanyak 3.203 siswa, SMAN 1.471, dan SMKN 6.662 siswa.</p>
<p>Calon  siswa dari luar DKI yang hendak bersekolah di SMAN DKI harus melakukan  prapendaftaran terlebih dahulu di enam sekolah yang ditunjuk.  Prapendaftaran SMAN/SMKN dilakukan 28-30 Juni, sedangkan prapendaftaran  SMPN pada 21-22 Juni.</p>
<p>Untuk PPDB di SD sekolah standar nasional  (SSN) dimulai hari Jumat (4/6/2010) hingga Sabtu (5/6/2010). Seleksi  masuk diadakan pada Senin dan Selasa (8/6/2010). Peserta bisa menentukan  pilihan sekolah sejak awal, apakah ingin bersekolah di sekolah negeri  atau swasta. <strong>(sab)</strong></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aksiguru.org/2010/06/07/pendaftaran-murid-secara-online-di-dki-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>54</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penggunaan media sosial untuk pendidikan</title>
		<link>http://aksiguru.org/2010/05/26/penggunaan-media-sosial-untuk-pendidikan/</link>
		<comments>http://aksiguru.org/2010/05/26/penggunaan-media-sosial-untuk-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 10:17:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengajar dan Belajar Kreatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aksiguru.org/?p=807</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, jejaring sosial Twitter cukup ramai dengan adanya topik dengan hashtag #socmed4edu &#8211; penggunaan media sosial untuk pendidikan. Pertanyaan awalnya dicetus oleh seorang blogger, Tikabanget, dan diskusi hangat di ranah Twitter pun berlangsung.
Ada cukup banyak hal menarik yang diungkapkan ... [&#187;]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini, jejaring sosial Twitter cukup ramai dengan adanya topik dengan <em>hashtag</em> #socmed4edu &#8211; penggunaan media sosial untuk pendidikan. Pertanyaan awalnya dicetus oleh seorang blogger, Tikabanget, dan diskusi hangat di ranah Twitter pun berlangsung.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-808" title="Picture 7" src="http://aksiguru.org/wp-content/uploads/2010/05/Picture-7.png" alt="Picture 7" width="492" height="59" />Ada cukup banyak hal menarik yang diungkapkan oleh para twitterer mengenai penggunaan media sosial untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Walaupun hanya sebagian berprofesi sebagai guru, namun ide-ide yang muncul sangat bervariasi dan sangat mungkin untuk mulai diterapkan.</p>
<p>Berikut ini sebagian ide-ide yang muncul dalam diskusi yang berlangung sore ini:</p>
<ul>
<li>Menjadwalkan chatting bersama dengan siswa sekolah luar negeri / siswa sekolah internasional untuk berlatih bahasa Inggris</li>
<li>Mengijinkan siswa bertanya dan mencatat via Twitter mengenai materi yang disampaikan</li>
<li>Mengunggah materi ajar dan tugas lewat blog</li>
</ul>
<p>Selain ide-ide tentang pemanfaatan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), diskusi juga berlangsung mengenai kendala apa saja yang dihadapi oleh guru, siswa, dan sekolah untuk bisa memanfaatkan TIK untuk pendidikan. Kendala utama yang banyak dibicarakan adalah akses terhadap internet, bahwa tidak semua sekolah mempunyai akses yang sama terhadap internet dan perangkatnya. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa pendekatan TIK lewat telepon genggam pun bisa menjadi solusi.</p>
<p>Kendala lain juga ada sebagian guru yang masih belum terlalu paham mengenai penggunaan media sosial itu sendiri. Bagaimana cara memanfaatkannya secara efektif dan bagaimana cara menjalin komunikasi dengan siswa masih belum dimengerti oleh semua guru. Selain itu ada juga kendala untuk membuat materi pengajaran yang komprehensif bagi siswa.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-809" title="Picture 12" src="http://aksiguru.org/wp-content/uploads/2010/05/Picture-12.png" alt="Picture 12" width="485" height="59" /></p>
<p>Ibu <a href="http://twitter.com/litaaja">Lita Mariana,</a> kontributor untuk <a href="http://aksiguru.org/">AksiGuru</a>, berpendapat bahwa penggunaan media sosial untuk edukasi bisa efektif asalkan guru dan murid berada di jejaring sosial yang sama, dan saling &#8220;follow&#8221; &#8211; sehingga percakapan bisa terjalin. Hal senada juga diungkapkan oleh pak <a href="http://twitter.com/gurukreatif">Agus Sampurno</a>, pemilik blog <a href="http://gurukreatif.wordpress.com/">GuruKreatif</a>, yang menekankan pentingnya &#8220;conversation&#8221; di era media sosial sekarang.</p>
<p>Diskusi ini memunculkan banyak pertanyaan, dan juga ide-ide segar yang tentunya dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk meningkatkan kualitas pendidikan.</p>
<p><em>Nah, kalau menurut Anda sendiri, bagaimanakah cara menggunakan media sosial untuk pendidikan? Dan, apa kendalanya?</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aksiguru.org/2010/05/26/penggunaan-media-sosial-untuk-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MAGICAL DRYING ERK (EFEK RUMAH KACA)</title>
		<link>http://aksiguru.org/2010/05/07/magical-drying-erk-efek-rumah-kaca/</link>
		<comments>http://aksiguru.org/2010/05/07/magical-drying-erk-efek-rumah-kaca/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 09:45:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengajar dan Belajar Kreatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aksiguru.org/?p=794</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Tria Lisdiyanto, S.Pd.*
Pendahuluan
Pembuatan alat pengering ikan ini dilandasi pemikiran bahwa kondisi nyata saat ini. Pada umumnya pengeringan ikan di pantai Kenjeran (misal: ikan teri, ikan tenggiri, ikan kakap, dan lain-lain) selalu menggunakan formalin sebagai zat penghambat pembusukan ikan pada ... [&#187;]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>Tria Lisdiyanto, S.Pd.</strong>*</p>
<p><strong>Pendahuluan</strong><br />
<img class="alignleft size-medium wp-image-796" title="Picture 4" src="http://aksiguru.org/wp-content/uploads/2010/05/Picture-4-300x205.png" alt="Picture 4" width="300" height="205" />Pembuatan alat pengering ikan ini dilandasi pemikiran bahwa kondisi nyata saat ini. Pada umumnya pengeringan ikan di pantai Kenjeran (misal: ikan teri, ikan tenggiri, ikan kakap, dan lain-lain) selalu menggunakan formalin sebagai zat penghambat pembusukan ikan pada proses pengeringan. Tidak menyadari bahwa formalin membawa dampak yang kurang baik, karena formalin adalah bahan kimia yang seharusnya digunakan untuk mengawetkan mayat, dan tidak direkomendasikan untuk bahan pengawet makanan.</p>
<p>Dengan menggunakan formalin sebagai zat pengawet dalam pengeringan ikan mengakibatkan ikan yang dikeringkan terkontaminasi zat kimia. Secara tidak langsung bau formalin yang menyengat akan terserap oleh pori-pori kulit ikan, sehingga berpengaruh pada rasa, warna, dan aroma zat kimia yang telah diserap dan akan masuk tubuh kita saat mengkonsumsi ikan tersebut.</p>
<p>Untuk itu dibuat alat pengering ikan Magical Drying ERK yang menggunakan efek rumah kaca sebagai konsep untuk mempercepat pengeringan. Alat ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam menghasilkan ikan yang higienis yang bebas dari kontaminasi zat kimia yang membahayakan bagi kesehatan manusia.</p>
<p>Saat ini Menteri kelautan menghimbau kepada masyarakat untuk mengkonsumsi makanan berprotein dari hasil laut dan sangat diharapkan untuk menambah asupan gizi protein di masyarakat. Dengan demikian diharapkan Magical Drying ERK (Efek Rumah Kaca) ini akan ikut mendukung kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi ikan higienis.<br />
.<br />
<strong>Pembuatan Alat</strong><br />
Pembuatan alat dilakukan di laboratorium sekolah. Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa kelas XI IPA-2 dan XI IPA-4. Pembuatan alat berdasarkan pada konsep yang sudah disosialisasikan serta didukung oleh referensi yang sudah diperoleh dan didiskusikan.</p>
<p>Pembuatan alat menggunakan beberapa bahan yang berbeda. Hal ini untuk mencari  dan menguji bahan mana yang sesuai dengan hasil yang diharapkan. Termasuk desain dan ukuran alat yang tepat.<br />
Dari beberapa kali percobaan bahan, alat dan ukuran maka dapat ditentukan bahwa bahan yang paling baik untuk Magical Drying ERK (Efek Rumah Kaca) adalah dari kayu meranti dengan ketebalan 1,5 cm ukuran kotak lebar 100 cm panjang 90 cm dan Tinggi 60 cm. Dengan asumsi bahwa dengan bahan tersebut pemakaian alat menjadi tahan lama dan bisa digunakan untuk berkali-kali dengan kapasitas yang cukup banyak.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-798" title="Picture 5" src="http://aksiguru.org/wp-content/uploads/2010/05/Picture-51.png" alt="Picture 5" width="314" height="204" /></p>
<p>Untuk mendapatkan hasil yang maksimal untuk pengering ikan yang terbuat dari kayu maka bagian luar dari kayu sebaiknya dilapisi oleh plastik fiber jenis PP dengan warna trasparan agar cahaya dapat masuk sehingga terjadi pemanasan dari semua arah dan akan membentuk efek rumah kaca. Hal ini untuk menciptakan kondisi lingkungan yang sangat panas.</p>
<p>Untuk memunculkan efek rumah kaca yang akan mempercepat proses pengeringan digunakan plastik fiber dengan warna yang transparan dan juga untuk bagian dasar dilapisi bahan seng dan di cat dengan warna hitam,yang  didesain sedemikian rupa sehingga mampu menyerap panas sinar matahari dan akan mengeluarkan efek rumah kaca.</p>
<p>Dari hasil uji coba agar ikan cepat kering dan dapat mengeluarkan kandungan air yang ada pada ikan, di bagian bawah didesain dengan diberi ventilator agar angin dapat masuk. Untuk tempat penataan ikannya dibuat dari kawat ram-ramman yang berlubang–lubang bagian bawahnya sehingga air dapat keluar dan dapat mengurangi kandungan air pada tubuh ikan. Untuk bagian atas diberi ventilator dari paralon yang dilapisi kasa berlubang yang berfungsi untuk pembuangan  bau pada ikan  sehingga dapat langsung keluar ke udara dan lalat atau serangga tidak dapat masuk kedalam alat pengering ikan.</p>
<p>Secara umum program ini dapat dilihat dari skema kerja berikut ini:</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-795" title="Picture 2" src="http://aksiguru.org/wp-content/uploads/2010/05/Picture-2.png" alt="Picture 2" width="490" height="268" /></p>
<p>Dari hasil ujicoba di evaluasi kinerja alat magical drying ERK (efek rumah kaca) didapatkan bahwa dengan desain dan bahan yang digunakan alat pengering itu sudah menunjukan kinerjanya dalam proses pengeringan ikan, serta alur efek rumah kaca sudah terpenuhi.</p>
<p>*) <em>Penulis adalah guru SMA YPPI-1 <span id="lw_1273225456_1" style="border-bottom: 2px dotted #366388; cursor: pointer; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;">Surabaya</span>, yang sudah berkontribusi untuk Aksi Guru. Terima kasih pak!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aksiguru.org/2010/05/07/magical-drying-erk-efek-rumah-kaca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
