MEWUJUDKAN BELAJAR MENGAJAR YANG KREATIF

Ada kalimat indah dan bijak yang mengatakan bahwa:

” Sesungguhnya potensi seseorang itu seperti arus yang deras atau sungai yang mengalir. Seorang Pendidik yang cerdas adalah orang yang pandai membuka saluran-saluran untuknya. Adalah suatu interaksi yang bodoh bila ia justru membangun perintang dan penghalang yang menghadang potensi pada dirinya ini.” Kalimat tersebut menyiratkan pentingnya kreativitas.

Mendengar kata kreatif tentunya kita berfikir bahwa kreatif itu adalah sesuatu yang baru yang dapat kita munculkan tanpa ada contoh sebelumnya. Para pakar pendidikan mendefinisikan bahwa arti “ kreativitas adalah suatu proses yang menghasilkan karya baru yang bisa diterima oleh komunitas tertentu atau bisa diakui oleh mereka sebagai sesuatu yang bermanfaat.” Jadi kreativitas adalah kemampuan berfikir untuk meraih hasil-hasil yang variatif dan baru, serta memungkinkan untuk diaplikasikan, baik dalam bidang keilmuan maupun bidang kehidupan lain yang bermanfaat.

Untuk mengembangkan pemikiran yang kreatif pada siswa, seorang guru perlu mengarahkan agar pemikiran siswa bisa lebih berkembang yaitu dengan cara sebagai berikut :

  1. Guru menghormati imajinasi-imajinasi yang muncul dari siswa
  2. Membiasakan siswa untuk mentransformasikan materi tertentu yang mereka pelajari kepada materi-materi lain, dan apa yang dipelajarinya di ruang kelas kepada kehidupan umum di luar sekolah. Biasakanlah siswa memadukan berbagai materi pelajaran dan berinteraksi dengannya, serta menerapkannya dalam berbagai bidang yang konkret.
  3. Ciptakan kebiasaan bersikap jeli dan objektif, serta berlatihlah untuk mempraktekan berbagai teknik penelitian ilmiah.
  4. Melatih siswa untuk berfikir dalam memecahkan berbagai permasalahan yang muncul dari realita kehidupan mereka.
  5. Tumbuhkan rasa percaya diri pada siswa.
  6. Terapkanlah metode pengajaran yang sesuai dengan isi materi pada siswa, yang dapat mengembangkan kemampuan untuk berfikir kritis.
  7. Tingkatkan citra sekolah dan pengembangannya terhadap berbagai upaya yang kreatif.
  8. Teguhkan keyakinan bahwa kita bisa, hilangkan keraguan yang ada pada diri kita, dan singkirkan ketakutan yang menyelimuti diri kita, serta sambutlah spontanitas yang positif pada diri kita.

Dalam mengembangkan pemikiran yang kreatif pada siswa dapat diterapkan dalam proses belajar dan mengajar di kelas. Sebagai salah satu contoh dalam menumbuhkan kreativitas siswa dalam pembelajaran di kelas yaitu dengan mengadakan suatu penelitian yang berhubungan dengan materi pelajaran kimia pada konsep koloid yang membahas tentang asap yang berhubungan dengan lingkungan serta pada konsep pH yang berhubungan dengan hujan asam. Kedua materi tersebut dapat dikaitkan dengan kejadian di alam seperti masalah pemanasan global yang sekarang menjadi topik pembicaraan yang hangat dikalangan masyarakat.

Penelitian yang sudah dilakukan oleh siswa kelas XI IPA SMAN 13 Bandung pada tahun 2008-2009 mengenai pemanasan global yang dikaitkan dengan materi pelajaran tersebut diatas dilakukan secara kolaborasi dengan mata pelajaran lain seperti Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH), Geografi, dan Biologi. Penelitian dilakukan di sekitar lingkungan sekolah dengan langkah-langkah penelitian sebagai berikut:

  1. Mendata jumlah kendaraan yang lewat ke jalan Raya Cibeureum depan SMAN 13 Bandung dengan dua arah yang berlawanan yaitu dari arah Bandung ke Cimahi dan dari arah Cimahi ke Bandung. Kendaraan yang di data ada dua katagori yaitu kendaraan bermotor ( roda dua, roda empat) dan kendaraan yang ramah lingkungan seperti Delman, Beca, Sepeda.
  2. Mengambil sampel air hujan di sekitar SMAN 13 Bandung untuk diteliti pH dan kandungan zatnya ( Bekerjasama dengan LAPAN Bandung).
  3. Menguji Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor ( Bekerjasama dengan Dishub Kota Bandung).
  4. Menguji air hujan dengan menggunakan Alat TDS (Total Dissolved Solute) dan ADP ( Automatic Dual Precipitator ) dilakukan di Laboratorium Kimia SMAN 13 Bandung.
  5. Hasil penelitian disosialisasikan oleh siswa ( dalam bentuk presentasi ) kepada masyarakat sekitar lingkungan SMAN 13 Bandung.
  6. Penanaman pohon produktif seperti pohon buah-buahan yang ditanam di lingkungan masyarakat sekitar sekolah dan tanaman Sansivera yang ditanam di halaman SMAN 13 Bandung ( Bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pertamanan Kota Bandung ) sebagai salah satu solusi dari pemanasan global.
  7. Pemantauan dan pemeliharaan tanaman baik di masyarakat maupun di SMAN 13 Bandung secara intensif yang dilakukan oleh siswa secara bergiliran.

Proses Belajar dan Mengajar yang kreatif dapat diciptakan oleh guru agar lebih menarik dan dengan mudah dapat dipahami oleh siswa sehingga siswa tidak cepat jenuh dalam menerima pelajaran dari guru. Suasana belajar juga dapat dilakukan tidak hanya di dalam kelas saja tetapi dapat dilakukan di luar kelas, agar siswa lebih dekat mengenal lingkungan hidupnya. Dari apa yang sudah dilakukan oleh siswa pada penelitian tersebut, menjadikan siswa lebih bersemangat dan termotivasi untuk belajar lebih giat, dan lebih kreatif, selain itu siswa mendapat pengalaman baru menjadi seorang peneliti dan sekaligus melatih siswa menjadi berani tampil untuk mempresentasikan hasil penelitiannya kehadapan guru, siswa lainnya, dan masyarakat. Kemudian siswa akan lebih memahami tentang materi koloid dan pH yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, dimana pembelajaran yang berwawasan lingkungan ini akan lebih tertanam di dalam benak siswa itu sendiri selain itu juga dapat melatih ketrampilan psikomotornya dalam berpraktikum.

Akhir kata, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca! Selamat berkreativitas!

Wassalam penulis,

Neneng Lilih Hayati, S.Pd.

Guru Kimia SMAN 13 Bandung

Tinggalkan balasan