Oleh : Antonius Wirawan Prihatinanto
SMA Kolose Layola
Salah satu dari 10 Ringkasan Program Terbaik
Citi Success Fund 2005
Pendahuluan
Menimba kearifan alam dan masyarakat bertitik tolak dari adanya keprihatinan atas terfragmentasinya pemahaman siswa terhadap mata pelajaran yang seolah–olah tidak ada keterkaitan (linkage) diantara mata satu pelajaran degan pelajaran lainnya. Hal ini tampak dari jawaban para siswa ketika menjawab soal–soal atau ketika berdiskusi dan presentasi, para siswa sering bosan apabila guru menyajikan pembelajaran yang integeratif dan komprehensif yang bersifat interdisipliner. Hal ini terjadi karena kebiasaan berfikir yang sudah terbentuk sebelumnya akibat pembelajaran yang berdimensi tunggal.
Dengan sering munculnya dikotomi antara para siswa Ilmu Alam dan Ilmu Sosial, atau munculnya anggapan bahwa mereka yang masuk jurusan Ilmu Alam lebih pintar daripada yang masuk jurusan Ilmu Sosial. Kegiatan ini mencoba untuk menawarkan suatu pengalaman konkret dalam menemukan titik–titik keterkaitan antara matapelajaran tersebut hal lain yang tidak dapat dipungkiri adalah masih miskinnya kesadaran para guru untuk membimbing para siswa menemukan keterkaitan antara materi yang sedang dipelajari dengan materi pelajaran lainya. Oleh karena itu kegiatan ini tidak hanya ditujukan kepada para siswa tetapi juga bagi para guru sebagai pendamping peroses pembelajaran alternatif ini .
Pelaksanaan program
Kegiatan studi komprehensif dengan tema “ Menimba Kearipan Alam dan Masyarakat “ dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu : saresehan, studio I dan studio II.
Pada kegiatan saresehan ini para siswa diajak untuk memahami situasi konkret yang berupa keprihatinan terhadap pemahaman matapelajaran yang terfrakmentasi dan dampaknya dalam perilaku siswa, baik sekarang ini maupun yang akan datang. Sarasehan merupakan wahana yang tepat untuk menyatukan pemahaman Visi dan Misi sehingga tujuan dan manfaat kegiatan sungguh–sungguh dapat dirasakan baik oleh siswa maupun para guru.
Kegiatan studio dibagi menjadi dua bagian besar yaitu studio yang dilakukan di SMA Kolose Layola
(studio I) dan studio yang dilakukan di lapangan (studio II) meskipun demikian, hakikat dari kegiatan studio tetaplah sama yaitu sebagai wahana sharing pengalaman, refleksi, diskusi merumuskan aksi dan melakukan evaluasi .
Ada 4 fokus kegiatan yang dilakukan studio 1, yaitu :
- Mempersiapkan dan memperdalam materi yang nantinya digunakan dalam pembelajaran dan
penelitian di lapangan .
- Mendiskusikan teknis operasional lapangan yang diolah setelah melakukan survei pendahuluan.
- Merumuskan strategi pembelajaran yang tepat.
- Mempersiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian di lapangan.
Studio II di laksanakan pada waktu malam hari setelah seluruh dinamika pembelajaran dan penelitian lapangan hari 1 selesai .
Ada 4 fokus utama kegiatan studio II yaitu :
- Menemukenali pengetahuan baru yang bisa diperoleh dalam berinteraksi dengan alam dan
masyarakat sebagai pengalaman konkret para siswa, baik secara individual maupun kelompok.
- Mendiskusikan hasil penemuan pengetahuan baru tersebut diantara sesama anggota kelompok
kompetensi maupun dalam forum diskusi besar yang meliputi ketujuh kelompok kompetensi.
- Menemukenali nilai yang dapat dipetik dari intraksi dengan alam dan masyarakat, kemudian merefleksikanya dalam kehidupan konkret masing–masing siswa.
- Melakukan evaluasi rangkaian kegiatan hari 1 dan briefing dinamika pembelajaran dan penilaian.
Para guru terlibat langsung sebagai fasilitator dalam kegiatan studio dan ikut bersama para siswa. Sesuatu yang membahagiakan adalah semangat dan kesadaran dari para guru untuk sungguh–sungguh masuk dalam seluruh dinamika studi komprehensif.
Dalam menyajikan hasil proses interaksi antara para siswa dengan alam dan masyarakat, baik dalam bentuk pembelajaran maupun penelitian, masing–masing kelompok kompetensi menyajikan laporan seturut dengan dinamika pikiran dan hati mereka yang berproses bersama alam dan masyarakat .
Kelompok kompetensi geografi
Kelompok ini memfokuskan pada pengambilan contoh tanah dan gambar fenomena/ peristiwa yang terjadi di alam dan dimasyarakat, pengujian tekstur tanah dan struktur tanah .
Kelompok kompetensi sejarah Antropologi - Sosiologi
Di stasiun pertama, yaitu Demak, kami mengadakan pengamatan dan penelitian secara terpisah.
Hal–hal yang kami temukan diantaranya adalah sebagai berikut :
- Mesjid Demak merupakan peninggalan kerajaan Islam Demak yang dipercaya dibangun oleh
Walisongo pada tahun 1401 .
- Di halaman depan Mesjid Agung Demak ditemukan sebuah kolam yang dahulu merupakan tempat
wudhu, di situ dahulu juga ada guci dari putri Campa untuk menampung air hujan menjadi air
wudhu dimusim kemarau.
- Di depan mesjid ada bagian yang disebut Serambi Majapahit
- Di depan mesjid ada 4 tiang kayu (saka guru) pemberian dari :
Kanan depan : Sunan kalijaga
Kanan belakang : Sunan Bonang
Kiri depan : Sunan Gunungjati
Kiri belakang : Sunan Ampel
- Di halaman sekitar mesjid menjadi area pemakaman. Makam tersebut adalah milik dari keluarga
kerajaan Demak dan kerabat–kerabat istana .
Secara sosiologi dan antropologi, diketahui bahwa ternyata masyarakat kita masih merupakan bangsa yang sangat kental kepercayaanya terhadap roh leluhur. Malah bisa dibilang kita masih terbawa faham Animisme dan Dinamisme. Banyak peninggalan kuno dianggap “bertuah“ oleh masyarakat kita, bahkan mereka berdoa di depan makam dengan keyakinan akan diberi berkah.
Kelompok kompetensi ekomomi – filsafat
Di daerah Demak terdapat mesjid Agung Demak dipekerjakan 30 karyawan, gaji setiap karyawan
Rp. 300.000,-. Pendapatan mesjid berasal dari sedekah yang diberikan pengunjung. Pendapatan lain berasal dari lelang tanah milik Raden Fatah dulu. Raden Fatah memiliki tanah yang sangat banyak dan setiap tahunya dilelang untuk pendapatan Mesjid.
Sekelumit catatan dari sisi filsafat :
Demak dari sisi teologis yaitu mengamati mitologi Nabi Adam versi masyarakat Demak. Menurut mitologi tersebut, para Wali dan Raja–Raja Demak adalah keturunan langsung dari Nabi Adam.
Pengkaitan tokoh–tokoh Islam Demak dengan Nabi Adam menjadi salah satu model legitimesi relegius , visi kekuasaan yang teokratis, sekaligus puritanisme Islam yang dihayati. Penekanan bahwa Islam di Demak adalah keturunan langsung dari Arab dan bukan dari Cina, sebenarnya bertujuan untuk mengokohkan nilai asal Islam.
Kelompok kompetensi matematika
Kelompok ini khusus mengangkat tulisan tentang jam Bencet, yang merupakan bentuk teknologi dari zaman dulu. Jam Bencet merupakan jam yang mengandalkan kekuatan bayangan dari sinar matahari dan bulan dalam penentuan waktunya. keberadaan jam Bencet tidak lepas dari penentuan/ acuan untuk waktu beribadah bagi umat Islam, khususnya umat Islam di Demak pada waktu itu. Dengan bantuan sinar matahari dan cahaya bulan , umat islam menentukan waktu untuk beribadah pada isa, subuh, luhur, ashar dan magrib.
Kelompok kompetensi fisika
Landasan teori, air (H2O) memiliki banyak kegunaan bagi kehidupan manusia antara lain :
- Pada dasarnya air akan tenang jika tekanan ke segala arah sama
- Besarnya tekanan air p (tekanan hidrostatis) yang diam (fluida statis) bergantung pada masa
jenis, kedalaman(h), dan percepatan gravitasi (g).
- Jika ada tambahan zat yang terkandung dalam air maka titik didihnya makin tinggi dan titik
bekunya makin rendah.
Kelompok kompetensi kimia
Daerah Penawangan 23 juta tahun yang lalu adalah dasar laut, yaitu pada zaman Glasial, seiring berjalanya waktu permukaan dasar laut mengalami pengangkatan ke atas, tanah di daerah Penawangan aktif mengalami pergerakan. Bledug kuwu terletak di lereng bawah pegunungan Kendeng, material tanah di daerah kuwu adalah lumpur laut dalam, jenis batu yang ada di sana adalah jenis batu Breksi Vulkanik. Tanah di panawangan tidak mengandung CaCO3 karena aktivitas manusia yaitu pertanian dan penumpukan yang memicu hilangnya kandungan kapur, petani di panawangan menggunakan pupuk urea dan pupuk organik dan diolah terus menerus mengakibatkan kadar CaCO3 sudah tidak ada lagi.













